COMPANY PROFILE

Tentang Furchange
Sheila sangat bersemangat dalam hal kesehatan dan kecantikan… Marianne lelah dalam berjuang untuk memenuhi kebutuhan… Tony mempunyai jiwa kepemimpinan untuk sukses… Debbie adalah seorang pengusaha wanita yang memiliki standar… Mereka semua telah menemukan tempat di satu keluarga yang mengubah kehidupan di seluruh dunia yaitu… FurChange.

FurChange merupakan inspirasi dari seorang pria yang sangat luar biasa, yaitu Bai Feng, di mana pada awalnya hanyalah seorang operator mesin yang sederhana yang akhirnya menjadi seorang senior eksekutif di sebuah perusahaan milyaran dolar. Sebagai seorang penjelajah dunia, Bai Feng memahami tantangan-tantangan yang dihadapi oleh orang-orang di seluruh dunia. Beliau mencari suatu cara yang baru untuk menyentuh hidup mereka. Visi Beliau adalah untuk menciptakan sebuah jalan menuju kemakmuran yang tak ada habisnya — sebuah bisnis yang dilakukan dari rumah yang menguntungkan berdasarkan produk yang mempunyai nilai luar biasa.

“Beberapa individu memiliki ambisi untuk menjadi sangat kaya,” jelas Bai Feng. “Bagi orang-orang tersebut, kami akan menyediakan jalur tercepat dan paling pasti untuk mencapai tujuan. Namun apa yang diinginkan oleh kebanyakan orang adalah sesuatu yang lebih sederhana —- kebebasan finansial. Mereka mendambakan adanya kenyamanan (ketentraman) dan kepercayaan diri dalam kehidupan mereka sehari-hari. FurChange adalah tempat yang kami ciptakan untuk setiap orang.

Bai Feng mempunyai pengalaman yang luas dalam bidang kesehatan alami dan perawatan kulit yang diwujudkan ke dalam impian ini. Di awal pencariannya di seluruh dunia, Beliau menetapkan tiga kriteria untuk rangkaian produk FurChange, yaitu: kualitas yang tidak diragukan, keistimewaan yang unik, dan permintaan global yang terbukti. Melalui hal ini, terlihat penawaran awal dari FurChange untuk solusi kesehatan dan kecantikan.
Baca lebih lanjut

Iklan

SLIDE SHOW BUSINESS PREVIEW

MARKETING PLAN FURCHANGE

BP S28 (Bandung) With Strategy 248

PELUANG BISNIS


Baca lebih lanjut

Azas Kepemimpinan Menuju Pemimpin Yang Lebih Baik

Azas Kepemimpinan Menuju Pemimpin Yang Lebih Baik

oleh Asep Butonk Setiawanz pada 10 Oktober 2011 pukul 0:07

Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungan jawab atas apa yang dipimpinnya. Benarkah setiap kita adalah pemimpin?, Betul sekali, setiap kita adalah pemimpin, minimal pemimpin bagi diri kita sendiri. Lalu bagaimana supaya kita bisa menjadi pemimpin yang baik?, ada banyak faktor yang mempengaruhi untuk menjadi pemimpin yang baik, tetapi setidaknya disini kita akan membahas 4 Azas Kepemimpinan Menuju Pemimpin yang Lebih Baik. Apa saja azas2 tersebut? Berikut point2-nya:

  1. Bertukar pikiran dan pendapat dengan orang yang ingin anda pengaruhi. Tak begitu susah membuat orang melakukan apa yang anda inginkan kalau anda melihat sesuatu hal itu dari kacamatanya. Bertanyalah pada diri sendiri sebelum bertindak : “ Apa yang akan saya lakukan kalau saya jadi dia ? “.
  2. Terapkan dalil prikemanusian dalam berurusan dengan orang lain,. Bertanyalah pada diri sendiri :” Bagaimana caranya untuk melaksanakan ini dengan berperikemanusian?” dalam segala sesuatu yang anda kerjakan, ingatlah bahwa kita harus mendahulukan orang lain. Perlakukanlah orang lain seperti halnya anda ingin diperlakukan orang lain, maka anda akan mendapatkan imbalannya.
  3. Berfikirlah dan hayati kemajuan, yakinlah akan kemajuan, dan doronglah diri anda kearah kemajuan. Berfikirlah mengenai perbaikan dalam segala sesuatu yang anda lakukan. Tetapkan ukuran-ukuran yang paling tinggi dalam segala hal anda lakukan, tidak lama kemudian maka bawahan-bawahan anda akan cenderung meng-copy tindakan atasannya. Tapi usahakanlah untuk tetap menjadi diri sendiri, dan cobalah ini menjadi semboyan anda“ Dirumah, dikantor, dan lingkungan sekitar yang akan selalu saya usahakan adalah kemajuan”.
  4. Luangkan waktu untuk berbincang-bincang dengan diri sendiri, dan gunakanlah daya pikir anda yang unggul. luangkanlah suasana senggang yang sunyi, gunakanlah saat-saat sunyi ini untuk membebaskan tenaga kreatif anda dalam memecahkan masalah-malasah pribadi dan masalah-masalah bisnis. Karena itu sempatkanlah sekurang-kurangnya 30menit untuk berfikir, gunakan teknik berfikir yang dipakai oleh para pemimpin-pemimpin besar. Berbincanglah dengan diri sendiri.

6 Kekuatan Manusia Yang Tidak Boleh Diremehkan

oleh Muhammad Aditiya Fadhiil pada 1 Juni 2011 pukul 15:47

1 Kekuatan Impian (The Power of Dreams)

 

Untuk memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupan ini, setiap kita harus memiliki impian dan tujuan hidup yang jelas. Setiap kita harus berani memimpikan hal-hal terindah dan terbaik yang kita inginkan bagi kehidupan kita dan kehidupan orang-orang yang kita cintai. Tanpa impian, kehidupan kita akan berjalan tanpa arah dan akhirnya kita tidak menyadari dan tidak mampu mengendalikan ke mana sesungguhnya kehidupan kita akan menuju.

 

2. Kekuatan dari Fokus (The Power of Focus)

 

Fokus adalah daya (power) untuk melihat sesuatu (termasuk masa depan, impian, sasaran atau hal-hal lain seperti: kekuatan/strengths dan kelemahan/weakness dalam diri, peluang di sekitar kita, dan sebagainya) dengan lebih jelas dan mengambil langkah untuk mencapainya. Seperti sebuah kacamata yang membantu seorang untuk melihat lebih jelas, kekuatan fokus membantu kita melihat impian, sasaran, dan kekuatan kita dengan lebih jelas, sehingga kita tidak ragu-ragu dalam melangkah untuk mewujudkannya.

 

 

 

Pengulangan adalah kekuatan yang dahsyat untuk mencapai keunggulan. Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Menurut filsuf Aristoteles, keunggulan adalah sebuah kebiasaan. Kebiasaan terbangun dari kedisiplinan diri yang secara konsisten dan terus-menerus melakukan sesuatu tindakan yang membawa pada puncak prestasi seseorang. Kebiasaan kita akan menentukan masa depan kita. Untuk membangun kebiasaan tersebut, diperlukan disiplin diri yang kokoh. Sedangkan kedisiplinan adalah bagaimana kita mengalahkan diri kita dan mengendalikannya untuk mencapai impian dan hal-hal terbaik dalam kehidupan ini.

 

4. Kekuatan Perjuangan (The Power of Survival)

 

Setiap manusia diberikan kekuatan untuk menghadapi kesulitan dan penderitaan. Justru melalui berbagai kesulitan itulah kita dibentuk menjadi ciptaan Tuhan yang tegar dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kegagalan. Seringkali kita lupa untuk belajar bagaimana caranya menghadapi kegagalan dan kesulitan hidup, karena justru kegagalan itu sendiri merupakan unsur atau bahan (ingredient) yang utama dalam mencapai keberhasilan atau kehidupan yang berkelimpahan.

 

5. Kekuatan Pembelajaran (The Power of Learning)

 

Salah satu kekuatan manusia adalah kemampuannya untuk belajar. Dengan belajar kita dapat menghadapi dan menciptakan perubahan dalam kehidupan kita. Dengan belajar kita dapat bertumbuh hari demi hari menjadi manusia yang lebih baik. Belajar adalah proses seumur hidup. Sehingga dengan senantiasa belajar dalam kehidupan ini, kita dapat terus meningkatkan taraf kehidupan kita pada aras yang lebih tinggi.

 

6. Kekuatan Pikiran (The Power of Mind)

 

Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita. Dengan melatih dan mengembangkan kekuatan pikiran, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan kreatif kita meningkat, juga secara bertahap kecerdasan emosional dan bahkan kecerdasan spiritual kita akan bertumbuh dan berkembang ke tataran yang lebih tinggi. Semua dari kita berhak dan memiliki kekuatan untuk mencapai kehidupan yang berkelimpahan dan memperoleh hal-hal terbaik dalam kehidupannya. Semuanya ini adalah produk dari pilihan sadar kita, berdasarkan keyakinan kita, dan bukan dari produk kondisi keberadaan kita di masa lalu dan saat ini. Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Power of Focus, bahwa kehidupan tidak terjadi begitu saja kepada kita. Kehidupan adalah serangkaian pilihan dan bagaimana kita merespons setiap situasi yang terjadi pada kita.

Waktu

Waktu adalah komoditi yang paling berharga. Pepatah mengatakan “Waktu adalah uang”. Menurut saya waktu lebih bernilai dari uang. Karena jika Anda kehilangan uang, Anda bisa mencarinya lagi. Tapi kehilangan waktu satu detik saja Anda tidak bisa mendapatkannya kembali.

Shiv Khera mengatakan “Orang sukses dan orang gagal sama-sama memiliki waktu 24 jam. Bedanya adalah cara mereka menggunakan waktu tersebut”.

Dalam buku “The Other 8 Hours” karangan Robert Pagliarini dijelaskan bahwa setiap hari kita memiliki 24 jam yang dibagi tiga menjadi: 8 jam untuk tidur; 8 jam untuk bekerja; dan 8 jam waktu luang. Orang yang sukses adalah orang yang sanggup menggunakan 8 jam waktu luang secara maksimal dan produktif.

Sayangnya banyak orang menyia-nyiakan 8 jam waktu luang untuk kegiatan yang tidak produktif. Mereka lebih suka menggunakan waktu luang untuk nonton TV, jalan-jalan ke mal, rekreasi, olahraga dan lain-lain. Tidak ada yang salah dari kegiatan tersebut. Tetapi kegiatan tersebut bukannya membuat mereka lebih dekat kepada impian mereka tapi sebaliknya semakin jauh.

Di sisi lain, ada sebagian kecil orang sukses yang memaksimalkan 8 jam waktu luang mereka untuk menciptakan nilai tambah bagi hidup mereka. Cocok sekali kata-kata Henry Ford bahwa “Orang sukses menggunakan waktu yang disia-siakan orang gagal”.

Kunci untuk memaksimalkan waktu luang kita adalah dengan cara menentukan prioritas. Lakukan terlebih dahulu hal-hal yang paling penting yang akan membawa kita semakin dekat dengan impian. Baru setelah itu kita menggunakan waktu sisa untuk hal-hal yang kurang penting.

Ilustrasi berikut akan membantu kita mengerti.

Bayangkan Anda mengisi sebuah ember dengan pasir dan batu. Jika Anda memasukkan pasir terlebih dahulu sampai embernya penuh, maka Anda tidak bisa lagi memasukkan batu. Mengapa? Karena pasir telah mengisi seluruh ember tanpa menyisakan ruang untuk batu. Tetapi coba masukkan batu terlebih dahulu. Setelah itu Anda masih bisa memasukkan pasir karena masih ada celah diantara baru-batu yang bisa diisi oleh pasir yang lebih kecil.

Apa pelajaran dari ilustrasi ini? Batu melambangkan hal-hal yang penting dan pasir melambangkan hal-hal yang kurang penting. Jika kita memprioritaskan hal-hal penting terlebih dahulu maka kita masih memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang kurang penting seperti hobi dan rekreasi. Tapi sebaliknya, jika kita terlebih dahulu mengisi waktu kita dengan hal-hal yang kurang penting, biasanya tidak ada waktu yang tersisa lagi untuk melakukan hal-hal penting.

Hal ini tidak mudah karena hal-hal yang penting biasanya kurang menyenangkan untuk dilakukan. Sebaliknya, hal-hal yang kurang penting adalah kegiatan yang berada dalam zona nyaman kita dan sangat menyenangkan untuk dilakukan. Dibutuhkan sikap rela menunda kenyamanan dan disiplin untuk melakukan hal-hal penting. Tapi hasilnya sangat berharga untuk diperjuangkan.

Jadi, bijaksanalah menggunakan waktu luang kita dengan mendahulukan hal-hal penting. Ingat waktu kita tidak banyak. Manfaatkan dengan baik.

 

 

 

 

Galeri

PRESENTASI ONLINE

Keluar dari Zona Nyaman